Kamu telah mengajarkanku bagaimana menari dalam hujan.
Dalam hujan itu kutemukan tawa dan tangis mengeja bahagia bersamamu. Satu demi
satu.
... antrian panjang dari lorong pandangan merah untuk membentuk simpul setengah lingkaran ...
Tuesday, August 7, 2012
Monday, August 6, 2012
katanya, nyatanya...
Katanya kita tak
harus selalu mengalah, dan aku mencoba.
Saat aku mencoba
untuk menjadi egois dengan pendirianku, itu malah membuat aku merasa bersalah dan
berlaku yang tak semestinya. Jadi apa yang sebenarnya harus kulakukan pada aku
dan hidupku? Apakah aku harus tetap mengalah ataukah berdiri dalam egoku?
Katanya kita tak
harus selalu mengalah, dan aku mencoba.
Saat aku mencoba
untuk menjadi egois dengan pendirianku, itu malah membuat aku menjadi lain dan
dianggap sangat lain. Aku menjadi bukan diriku yang biasanya. Aku membuat semua
jadi berpikir lain tentangku, dan aku membuat diriku dalam posisi yang salah
dimata yang lain.
Katanya kita tak
harus selalu mengalah, dan aku mencoba.
Saat aku mencoba
untuk menjadi egois dengan pendirianku, itu malah membuatku lelah dengan segala
hal yang menjadi lain, membuatku dianggap membenci keadaan dan hidupku. Tanpa
tau apa yang sebenarnya aku alami dan rasakan. Bukan tentang teman atau bahkan
sahabat. Lebih dari itu. Dan tak ada yang tau, karena aku terlanjur ada dalam
anggapan itu.
Katanya kita tak
harus selalu mengalah, dan aku mencoba.
Saat aku mencoba
untuk menjadi egois dengan pendirianku, itu malah menimbulkan anggapan negatif
akibat semua kata yang terlontar dalam keterbalikan. Dan tak ada yang mengerti.
Aku inginkan
semua tetap menjadi baik dalam konteksnya yang begitu sederhana, tanpa harus
menjadi rumit.
tersenyumlah, inginku...
Aku masih ingat saat aku
diingatkan untuk dapat selalu tenang dan tak nampak dalam ketidak seimbangan,
dalam masalah
Aku masih ingat saat aku
diingatkan untuk selalu tersenyum walaupun hati dan perasaanku tidak
Aku masih ingat saat aku
diingatkan untuk menjadi lebih sabar dan dewasa saat aku dalam masalah
Aku masih ingat saat aku
diingatkan untuk melihat dari semua sisi kehidupan
Aku masih ingat saat aku
diingatkan untuk selalu takdim pada siapapun yang aku hadapi
Aku masih ingat saat aku
diingatkan bahwa yang mengalah dan meminta maaf terlebih dahulu adalah pemenang
Aku masih ingat saat aku
diingatkan bahwa dalam masalah yang kita hadapi masih ada orang lain yang punya
masalah yang lebih besar dari masalah yang sedang kita hadapi
Aku masih ingat saat aku
diingatkan untuk belajar dari kesalahan yang sudah pernah aku lakukan
sebelumnya
Aku masih ingat saat aku
dikenalkan tentang perjalanan hidup yang bisa membuat seseorang menjadi dirinya
yang sekarang, yang lebih kuat
Aku masih ingat dengan
segala hal yang membuatku sangat bersyukur akan hidup yang aku jalani
Aku masih ingat saat aku
ditegarkan, saat aku dibuat tersenyum dalam lukaku, saat aku dibuat melihat
dikala gelap
Sungguh aku ingat semua itu
karena engkau yang mengajariku, disini
Dan sekarang, ini aku yang
ingin melihat senyum yang selalu terkembang dalam raut, dan itu sangat bisa,
karena aku tak sekuat kau, namun kita saling, kita sama-sama belajar
dan aku menangis...
Tak selamanya, pedih itu berarti
sakit. Kadang, tangis yang mengiring adalah bahagia yang tak kita sadari.
Paling tidak, kita jadi mengerti apa sesungguhnya sakit ketika kita merasakan
air mata mengalir. Inilah kebahagiaan sesungguhnya.
Betapa tidak ada makna hidup
ketika kita tak pernah punya air mata. Tawa, mungkin, tak pernah terselami air
sajatinya saat mata kita kering dari air mata. Menangis sejadi-jadinya adalah
apa yang aku inginkan saat ini, detik ini.
Sunday, July 8, 2012
hologram dalam aksinya...
Dalam kotak ini tergores lagi melalui dua bilah penampung rasa
seperti biasa
Ada simpul, ada datar, sampai ada terbalik
Senyum saat semua terasa bulat dalam bulatan
Datar saat bulatan mulai bergeser
Terbalik saat bulatan ada pada trapesium dalam kotak
Ingin rasanya terbuka selaput dari si jelly kenyal milik
hologram gulali di atas awan
Tapi seperti ini juga ingin, terus kusimpan dalam tempat yang
hanya Tuhan yang tau
Dan memang pilihan kedua lebih baik untuk iringi aksiku dalam
kotak hangat yang benar hangat di bawah pohon sakura pada musim semi
Dalam organ penting cerminan senjata para pekerja keras timbul
lengkungan berujung titik dibawahnya
Lengkungan yang berisi aksi si hologram gulali di atas awan yang
begitu membuatku berkata “ko gitu yah? Emang iya? Emang ada? Emang boleh?”
Harapku hanya sensasi saja darinya
Friday, June 15, 2012
dariku untuk kalian...
Semua yang baik menjadi tidak baik disaat ada hal
yang tidak semestinya terjadi disaat ada keterbukaan
Terkadang keterbukaan itu perlu, tapi entah kenapa
aku takut akan keterbukaan
Itu terjad karena disaat aku mencoba untuk terbuka,
terbuka pada mereka, pada siapa saja yang aku harap itu bisa menjaga, selalu
saja ada hal yang membuatku kecewa
Aku menjadi enggan dan takut untuk terbuka karena hal
itu, sungguh aku ingin terbuka, tapi jika seperti itu, akupun enggan untuk
terbuka akan apa yang sedang bergejolak di dalam kalbu
Semanis apapun yang dilontarkan untuk meyakinkanku,
tetap saja ada kecewa yang terbersit disini, ingin aku untuk tidak peduli akan
hal itu, namun sulit, karena aku punya hati dan rasa, meski memang selalu aku
ungkapkan bahwa aku masih bisa
sampingkan rasa dan dahulukan akal pikiranku, tetap saja rasa itu ada. Dan itu
yang membuat aku jadi enggan pada semua
Aku mohon, mohon pada kalian, jika kelak aku kembali
terbuka, tolong, aku mohon, jagalah, dan jangan buat aku kecewa dan menjadi
lain
dan lagi...
Aku kembali dan kucurahkan keluh kesahku
Inginku hanya ingin legakan saja niatnya, karena dengan
cara ini aku merasa lebih ringan atas apa yang sedang kurasa saat ini. Karena
tentang apakah aku dapat berbicara kalau bukan tentang apa yang sedang
bergejolak di dalam kalbu.
Sungguh inginku peri dapat berayun bersamaku dalam sabana
ini, namun aku tak tahu harus seperti apakah bahasa dalam tuturku pada peri.
Gamang
Niat dan inginku hanyalah dalam simpul untuk peri walaupun
peri berkata siap terima dalam berbagai aksiku dalam sabana. Ada inginku tuk
bagikan tampilan datar sampai terbalik, namun aku tak tahu harus memulainya
dari mana. Ini terlalu kompleks dalam balutan kanan kiri yang resah meskipun
aku sendiri yang memilih resah ini.
Sungguh aku hanya bisa diam dan terkadang merintih menahan
semuanya, ada pada saatku bersimpul atas aksi nyata gulali di atas awan, namun
saat itu juga aku dibuatnya datar sampai terbalik dalam simpulku beraksi. Diam,
dan merintih saja realitas atas aksiku yang tak dapat tahan atas aksinya yang
membuat semua jadi gamang. Gamang sampai tak seimbang
Inginku bisikkan dihadapnya si tampilan nyata gulali di
atas awan “PLEASE” karena disaat aku berkata pelan, itu sungguh datang dari
dalam hati ini yang palig dalam. Andai saja aku bisa
melakukan hal itu, pasti sudah aku lakukan. Namun begitu banyaknya hal yang
membuatku untuk urungkan niat atas lakuku itu. Sepertinya aku lebih baik diam
saja, cukup dia tahu aku dalam simpulku saja, tidak untuk keadaanku yang datar
dan terbalik.
Biar aku dalam resahku hanya untukku sendiri, biar saja
kamu, dia, dan kalian tahu aku dalam senyumku.
Subscribe to:
Posts (Atom)

