Aku tidak pernah ingin
memancing semua ini keluar dari lubang yang seharusnya tak pernah kugali. Namun
akhirnya semua terungkap ke permukaan. Terima kasihku untuk mama yang
ingatkanku untuk tidak menyalahkan keadaan, kata beliau, jika semua melihat aku
yang salah terima saja, karena percuma dan hanya akan menyakitiku saja jika aku
mencoba untuk berucap. Pesannya, diamlah, dan jika kamu sudah tidak bisa untuk
berpura-pura tegar, menangislah, dan mengadu, karena kamu adalah milikNYA.
... antrian panjang dari lorong pandangan merah untuk membentuk simpul setengah lingkaran ...
Thursday, October 4, 2012
Sunday, September 23, 2012
entahlah, salah...
Mungkin
saat ini hanyalah menjadi hempasan kotor di mata bersih diluar sana
Tak
pantas untuk dapatkan pandangan bersahabat dari mata indah orang-orang yang
begitu bersih dan damai
Merasa
tak berarti sebagai pembuat masalah dalam penglihatan mata-mata damai itu, mata
yang begitu bersih dalam raganya
Tak
hanya pandang, bahkan mungkin ucapnya pun tak pantas untuk manusia yang begitu
kotor ini, pembuat kacau
Hanya
ada kekacauan yang menyelimuti raga dalam penglihatan mata itu, mata yang
begitu bersih dan damai, yang begitu jauh dari raga yang kotor ini
Dengan
mudahnya semua berubah
Mungkin
karena raga ini yang begitu kotor, dan sucinya raga mata-mata itu
Namun
tetap ada syukur disini, selalu. Karena Tuhan tahu segalanya, dan aku tersenyum
untukNYA
Thursday, September 20, 2012
aku kembali...
Aku kembali, kembali
merasa ada dalam tempat dan waktu yang semestinya, diriku
Dalam diam aku banyak
belajar
Dalam diam aku bisa melihat
diriku, sejatinya
Semua hal yang tidak
aku mengerti kini sudah menjadi jelas, semua karena ketakutan dalam
persahabatan, takut kehilangan dan takut dilupakan
Sungguh, apapun hal yang
pernah aku lalui dengan semua sahabatku takkan pernah kulupakan karena sahabat
begitu berarti dalam hidupku, karena sahabat selalu membuatku belajar dan terus
belajar tentang arti berbagi dalam hidup ini, kepedulian, juga rasa-rasa
lainnya yang selalu menghiasi persahabatan, tentunya begitu indah
Dalam diam aku
bersimpuh, aku tengadahkan kedua tanganku
Ya Allah peluklah aku hingga hatiku bisa merasa tenang
dan damai
Hapuskanlah air mataku hingga aku bisa
merasa sabar dan ikhlas
Dan bangunkanlah aku disaat aku
terjatuh hingga aku bisa merasa tegar
Dalam diam aku mengerti
bahwa Allah menitipkan kelebihan di setiap kekurangan, menitipkan sukacita di
setiap dukacita, menitipkan harapan di setiap keraguan, dan aku tidak boleh
mengeluh, karena mengeluh hanya menyebabkan hidup dan pikiranku menjadi lebih
berat
Dan dalam diam aku
mengerti bahwa aku harus menikmati masalah yang sedang aku hadapi, karena tidak
ada masalah maka tidak hidup, dan tanpa ada masalah kita tidak belajar
Dalam diam aku memohon
kekuatan
Ketika aku memohon
kekuatan, Allah memberiku kesulitan untuk membuatku menjadi kuat. Meskipun
manusia melihat yang tampak dimata dan dicerna berdasar logika, tapi Allah
dapat melihat hati kita dan tahu mana yang sejati
Dan memang, terkadang
kita lebih baik diam daripada menjelaskan apa yang kita rasakan, karena
menyakitkan ketika mereka bisa mendengar tapi tidak bisa mengerti
Wednesday, September 19, 2012
dengar aku...
Disini aku hanya menulis dan berharap agar kalian,
orang-orang yang aku sayangi, membaca tulisan ini
Aku ingin kalian tahu,
disini aku takut, aku sendiri, dan aku minta tolong
Tapi mungkin percuma saja
karena hanya aku, hanya diriku yang bisa menyelesaikan ini, mengendalikan
tepatnya, mengendalikan semuanya, ‘mereka’
Aku ingin kalian tahu, aku
sepi disini, sungguh merasa sepi
Aku rindu kalian, rindu
canda tawa bersama kalian, dan aku ingin kembali, aku ingin berkumpul, namun
entah kapan aku bisa untuk itu
Karena jika aku bicara pada
kalian, sungguh aku belum, karena aku hanya bisa melihat tanpa merasakan
Sulit untuk menanggapi
kalian, karenanya aku perhatikan ucap dari bibir kalian, karena kini, mungkin
aku kosong
Entah harus seperti apa aku
memberikan pengertian atas apa yang terjadi kini, pada kalian, sulit, sungguh,
aku seperti hilang, namun aku pun tak tahu
Sekarang, hanya doa dan
permohonan padaNYA yang aku mampu, karena DIA Yang Maha Kuasa atas segalanya,
termasuk untuk diriku
Sungguh, aku sedang berjuang
untuk diriku, dan sungguh aku butuh kalian, tapi sepertinya hanya akan menjadi
anganku untuk itu, karena kalian takkan mengerti
Aku minta maaf untuk semua
hal yang membuat kacau
Semua kekacauan yang
sesungguhnya aku pun tak mengerti itu apa, sungguh
Namun jika kalian menganggap
itu aku, aku bisa mengerti
Tuesday, September 18, 2012
aku dan 'mereka' ...
Aku dan ‘mereka’ adalah hal yang tak akan dimengerti oleh
orang lain diluar sana
‘mereka' datang dan kembali setelah yang lalu berlalu dalam
hidupku, begitu buruk dan berakhir menyiksa, walaupun itu tuntas tapi butuh
waktu yang begitu lama
‘mereka’ datang dalam hal yang sama, membuatku seperti ini,
dalam sendiri seperti dulu, 4 tahun yang lalu
Aku dan ‘mereka’ tak ada satupun yang menerima, karena ini
dianggap suatu hal yang konyol atau bahkan gila
Aku menjadi begitu asing dengan hidupku, sama seperti 4 tahun
yang lalu, ini terulang
Aku menjadi jahat, sama seperti 4 tahun yang lalu, ini
terulang
Aku begitu takut dalam canda karena ku tak ingin ada yang
terganggu, biar hanya aku saja yang menjalani sunyi ini bersama ‘mereka’
Kini aku bukanlah diriku, sejak 2 bulan yang lalu
Aku menjadikan ini sebagai hal yang tak perlu orang lain
tahu dan mengerti, tapi setelah 2 bulan berlalu ternyata aku tak sanggup dengan
semua ini sampai akhirnya aku ‘menolak’
Penolakan inilah yang membuat aku begitu terpuruk, aku tidak
kuat melihat orang-orang yang aku sayangi didekati oleh ‘mereka’
Akhirnya aku memilih untuk sendiri tanpa harus ada yang
terganggu, meskipun ini menyiksaku
Aku sakit, begitu sakit
Karena penolakan ini, sudah muncul tiga luka pada tanganku
yang begitu perih namun tak lama kemudian luka itu menghilang dan tanganku
kembali seperti sedia kala
Setelah itu lenganku memar dan begitu ngilu kurasa, namun
tak lama kemudian memar itu menghilang kemudian lenganku kembali seperti sedia
kala
Aku ingin semua ini cepat berakhir, aku ingin menjadi diriku
tanpa harus menjadi jahat dan menyiksa diriku sendiri, bahkan orang lain
Seandainya saja ada yang bisa mengerti bahwa kini aku
bukanlah diriku, karena apa yang aku lakukan dan aku ucapkan sungguh tak bisa
kumengerti setelah itu berlalu dalam hitungan singkat, tak sampai menit. Dan
itu benar-benar terjadi sejak 2 bulan yang lalu
Mungkin orang lain akan menganggap ini omong kosong dan
hanya bualan semata, tapi aku akan sangat memaklumi itu, karena ini akan
berakhir setelah aku bisa mengendalikan semuanya, menguatkan diri dengan
kuasaNYA
Semua sudah berubah, mungkin aku menjadi hal yang tak
berarti bagi sekelilingku, tapi tak apa karena aku sudah pernah seperti ini,
ini bukanlah yang pertama
Aku ingat, dulu kotor adalah aku saat ‘mereka’ datang dan
membuat aku menjadi lain dalam ketidaksadaranku, dan sekarang aku kembali
seperti itu, kotor dan bahkan jahat, sampai mungkin tak ada yang mau percaya
lagi padaku
Aku begitu jahat sampai sekelilingku menghardik dengan cara
mereka, mengacuhkanku, tapi itu pantas untuk hal yang sudah aku lakukan, tapi
sungguh itu bukan mauku, itu bukan inginku, itu diluar diriku
Tapi aku yakin takkan mudah untuk mengerti bahkan menerima
apa yang aku katakan, apa yang aku jelaskan, bahkan semua
akan merasa terbohongi
Tapi sungguh, aku bukan diriku yang kalian kenal sejak awal
Mohon sungguh kumohon aku tak ingin sepi ini bersama
‘mereka’
Dan aku minta TOLONG…
Monday, September 10, 2012
kamu benar...
Kamu benar, aku memang begitu berdosa.
Terhentak aku menyadari dalam diamku,
betapa berdosanya aku, ya aku memang jiwa pendosa.
Dalam diam dan sendiri aku berpikir,
sungguh tak pantas jiwa ini berada bersama dengan jiwa lain yang begitu damai,
jiwa yang begitu baik.
Mungkin begitu
kotornya aku, hingga aku tak kuasa tuk minta uluran tangan yang begitu bersih,
jauh dariku, aku yang begitu kotor dengan segala ini itu yang mungkin akan
membuat semua menjadi kacau karenaku.
Bukannya aku takut atau enggan, aku hanya
tidak ingin membuat kotor yang sudah bersih,
Salah, hanya itu yang sedang berada
disini temaniku.Karena memang posisiku hanyalah itu, yang paling tepat.Karena
salah itu, akulah kotor dan pendosa.
hanya diriku...
Terkadang diam dan menutup
itu harus menjadi pilihanku, mungkin bukan hanya kini
tapi untuk seterusnya.
Dengan diam dan menutup
mungkin akan membuat semua nampak tetap pada tempatnya, begitupun aku, disini,
hanya disini.
Hanya cukup dengan mendengar
saja sepertinya akan membuatku senang tanpa aku harus masuk kedalamnya, aku
bisa seperti itu disini.
Hanya cukup dengan melihat
saja sudah cukup bagiku untuk memastikan bahwa semua baik-baik saja.
Ternyata aku harus ingat
bahwa aku, aku yang dulu, adalah aku yang sepi, sendiri.
Sejenak sepertinya harus ku
kembali pada masa itu, masa dulu, dimana aku dalam diriku yang sepi, sendiri.
Entah untuk sementara
ataukah dalam waktu yang tak terkira.
Subscribe to:
Posts (Atom)